Pemkot Surabaya Serius Tangani Ceceran Limbah Jembatan Romokalisari

Pemkot Surabaya Serius Tangani Ceceran Limbah Jembatan Romokalisari

2017-07-17 21:23:38 +0700

Dinkominfo-Pemerintah Kota Surabaya  berkomitmen dalam mewujudkan Surabaya kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. Salah satunya dalam penanganan ceceran limbah di jembatan Romokalisari  dekat dengan Rusun yang telah membuat 10 orang warga pingsan, Kamis (13/7) malam.

Saat ditemui di kantornya, Senin (17/7) City Mangezong, Kasi Pengawasan dan Penaatan Hukum Lingkungan Hidup DLH kota Surabaya menjelaskan, pada kamis malam, pemkot surabaya telah melakukan upaya tanggap darurat penanganan limbah dengan evakuasi korban oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya ke Rumah sakit umum daerah Bhakti Dharma Husada untuk mendapat perawatan. Selain itu, 
Dinas Pemadam Kebakaran kota Surabaya telah melakukan penyemprotan untuk sisa limbah yang tercecer sehingga bau menyengat yang ditimbulkan limbah bisa berkurang. Sedangkan DLH telah mengambil sampel untuk diujikan di laboratorium untuk mengetahui kandungan zat pencemar dalam limbah.

City melanjutkan, DLH akan terus melakukan pemantauan terhadap dampak yang ditimbulkan dari pembuangan limbah. DLH juga akan terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait  penanganan limbah Romokalisari. 

Masih menurut City,  pengendalian dan pengawasan pengelolaan limbah B3 di Kota Surabaya dilakukan melalui penerbitan ijin  penyimpanan dan pengumpulan limbah B3 skala kota serta pengawasan rutin ke kegiatan usaha penghasil limbah B3 di Kota Surabaya. Dasar kewenangannya adalah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014.  

Terkait sanksi yang diberikan, DLH akan terus berkoordinasi dengan polrestabes untuk  memantau progres penanganan kasus ini dan membantu melancarkan proses penyidikan dengan memberi informasi yang dibutuhkan. Diharapkan pelaku pembuangan limbah dijerat sanksi pidana karena dampak yang ditimbulkan sangat merugikan warga surabaya khususnya rusun Romokalisari.

Pemantauan tetap dilaksanakan oleh DLH di lokasi pembuangan limbah dan area tambak warga yang terdampak.  Senin (17/7) terdapat 8 sampel yang diambil oleh DLH Surabaya, kondisi air juga mulai berkurang baunya dan kadar oksigen mulai mengalami peningkatan. Tercatat di salah satu tambak warga yg terdampak kadar oksigen mencapai 4,7 mg/liter, sedangkan di lokasi pembuangan limbah kadar oksigen hanya mencapai 2,4 mg/liter. Kadar oksigen yang mencapai nilai aman untuk perikanan minimal mencapai 3 mg/liter. DLH akan terus memantau dampak pencemaran pembuangan limbah sampai dengan kondisi oksigen sudah kembali normal.

Agenda
2017-07-24 15:58:47 +0700
pelaksanaan pentas seni 2017
2017-07-18 09:28:22 +0700
Calendar of Events Juni- Juli 2017
2017-07-17 10:54:33 +0700
Pelatihan Terapis, Kewirausahaan, dan Kepemimpinan Dispora
2017-07-17 09:33:42 +0700
Job Market Fair Juni 2017
2017-07-12 15:28:38 +0700
Pekan Koperasi Tahun 2017