Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya Paparkan E-Government Kepada Peserta Diklat

Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya Paparkan E-Government Kepada Peserta Diklat

2017-10-03 11:38:42 +0700

Dinkominfo-Setelah sebelumnya peserta diklat diterima oleh Hidayat Syah selaku Asisten III Kota Surabaya, kali ini giliran Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya yang menerima kunjungan rombongan Diklat PIM Tk. IV Angkatan XII Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Kementrian Pertanian Ciawi Bogor.

Bertempat di Graha Sawunggaling Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (3/10) kunjungan ke lokus Dinkominfo Kota Surabaya ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya, Antiek Sugiharti. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat OPD Pemerintah Kota Surabaya. Peserta Benchmarking kali ini berasal dari 7 lembaga yang berbeda-beda diantaranya dari Basarnas dan Badan Tenaga Nuklir. Antiek mengucapkan selamat datang kepada para peserta diklat benchmarking di Kota Surabaya. Beliau juga mengucapkan terimakasih karena telah percaya dan memilih Kota Surabaya sebagai jujukan diklat kali ini.

Secara lugas Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya ini menyampaikan bahwa project perubahan e-Government sudah dibangun sejak 2009. Beliau akan memberikan gambaran suatu sistem yang terkoordinasi dan tersinkronisasi antar satu OPD dengan OPD lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Antiek menjelaskan secara detail teknis e-Payment, sistem keuangan pencairan SPP/SPM/SP2D. Program ini dinilai lebih efisien, cepat, mudah, dan transparan karena dengan sistem elektronik dalam hitungan detik seluruh berkas sudah dapat diterima langsung oleh OPD yang bersangkutan.

Beliau juga memaparkan project perubahan terbaru yakni Siaga Kota Surabaya. Sistem ini terintegrasi tidak hanya di internal Pemkot Surabaya, tapi juga bekerjasama dengan Basarnas, PMI, Abri, Kepolisian, dan Instansi lain. Project perubahan ini digunakan secara khusus untuk menangani bencana di Kota Surabaya. Seluruh sistem terintegrasi di Command Center 112 tanggap bencana.

Di akhir paparan, Antiek menyampaikan "Membangun sistem bukan hal yang susah, yang paling penting adalah komitmen, kita harus melakukan perubahan dari project oriented menjadi performance oriented," ujarnya.

Diharapkan dengan adanya diklat benchmarking ini dapat memberi illustrasi untuk membuka wawasan bersama dan peserta dapat mengadopsi apa yang sudah digagas dengan output membuat project perubahan. (hnm/pri)

Agenda
2017-12-18 15:34:25 +0700
Mlaku-mlaku nang Tunjungan
2017-11-23 15:38:34 +0700
Himbauan Hari Bebas Kendaraan Bermotor
2017-11-14 15:51:28 +0700
Pertunjukan Rakyat
2017-11-13 14:50:04 +0700
Bursa Kerja Terbuka November 2017
2017-11-11 15:28:50 +0700
Pesta Cak Koen 2017