13 Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Paparkan Hasil Penelitian

13 Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Paparkan Hasil Penelitian

2018-02-10 04:57:38 +0700

Dinkominfo- Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Hidayat Syah menerima Kunjungan 13 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) - Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan ke-73 Widya Adhi Pradana yang telah melaksanakan kegiatan Kermadianmas (kerjasama dan pengabdian masyarakat) di Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

Bertempat di Ruang Sidang Wali Kota Balai Kota Surabaya, para mahasiswa yang telah melaksanakan Kermadianmas pada Senin (05/2) hingga Kamis (08/2) akan memaparkan hasil penelitiannya mengenai pemecahan masalah prostitusi berkedok kos-kosan di wilayah kecamatan dukuh pakis.

Kombes Pol Eko Prasetio, Perwira pendamping mahasiswa dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Kerdianmas guna mengimplementasikan ilmu yang telah didapat mahasiswa selama di kampus sebagai pelaksanaan tugas. Eko juga menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dapat memberikan rekomendasi pemecahan masalah kepada pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi masalah sosial yang sedang diteliti yaitu prostitusi berkedok kos-kosan.

Danar Dono Fernandi, perwakilan mahasiswa menyampaikan hasil dari penelitiannya mengenai prostitusi. Menurutnya, prostitusi yang terjadi di Kecamatan Dukuh Pakis saat ini telah mengalami pergeseran, jika sebelumnya mucikari ini menjadikan WTS sebagai aset atau mesin untuk bekerja sehingga terjadi pengekangan, perbudakan, dan utang-piutang.

Namun setelah dilakukan penertiban oleh pemkot, maka kini level antara mucikari dan WTS dianggap setara.

"Contohnya, si mucikari X dengan WTS Y. si Y akan menanyakan pada X apakah ada yang ingin memakai jasa Y. Kalau sebelumnya kan Y yang dipaksa untuk melayani sekian orang oleh X" jelas Danar.

"Penawaran jasa prostitusi saat ini juga lebih variatif, jika dulu dilakukan secara langsung, maka kini penawaran jasa bisa dilakukan secara online dengan social media" tambah Danar. Ia juga menjelaskan, motif pelaku prostitusi saat ini juga telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya motif pelaku prostitusi untuk memenuhi biaya hidup, kini motif pelaku prostitusi untuk memenuhi gaya hidup.

Untuk menyelesaikan masalah sosial ini, Danar menyampaikan rekomendasi untuk Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani masalah sosial ini. Dengan cara menggerakkan terbentuknya paguyuban/asosiasi kos-kosan sebagai cara mempermudah pembinaan dan pengendalian dari Pemkot, pembaruan sanksi hukuman bagi bangunan yang menyelenggarakan kegiatan asusila, serta optimalisasi penyerapan tenaga kerja dari penduduk terdampak.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Hidayat Syah menyampaikan, terkait prostitusi yg ada di wilayah Dukuh Kupang ini beralih mengikuti perkembangan jaman sehingga sekarang dapat bertransaksi melalui sistem online. Pemerintah Kota melalui Dinas Komunikasi dan Informatika akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk dapat membuat Patroli Siber (Cyber Patrol) sehingga transaksi tersebut dapat dicegah.

Hidayat Syah juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para mahasiswa yang telah melakukan penelitian mengenai Prostitusi di Kecamatan Dukuh Pakis. Ia berharap, nantinya para mahasiswa dapat kembali ke Kota Surabaya untuk bertugas sehingga dapat membantu Pemerintah Kota untuk menyelesaikan masalah sosial tersebut. (mia/ynu/val)

Agenda
2018-05-24 20:17:15 +0700
Pameran Foto Enjoy Public Space
2018-05-22 16:24:59 +0700
Roadshow & Bazar Ramadhan 1439 H
2018-05-21 17:28:56 +0700
Jadwal PPDB 2018
2018-05-14 21:57:50 +0700
Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri
2018-05-04 15:25:29 +0700
Pasar Malam Tjap Toendjoengan