Pancasila Sebagai Dasar Negara, Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Berbangsa

Pancasila Sebagai Dasar Negara, Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Berbangsa

2018-06-06 22:56:55 +0700

Dinkominfo-Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang berisi filosofi kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Pancasila memiliki isi yang lengkap dan harus dijadikan landasan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal menghargai keberagaman suku dan budaya, dan juga toleransi antar umat beragama. Toleransi ini merupakan suatu hal yang mulai pudar dewasa ini dan semangat toleransi ini dirasa sangat perlu untuk dinyalakan lebih terang lagi.

Hal ini mendasari diselenggarakannya acara "Peringatan 73 Tahun Pancasila dan 117 Tahun Bung Karno" di Kantor Pos Pusat Surabaya di Jalan Kebonrojo Surabaya. Di bangunan cagar budaya ini, Rabu (6/6) para peserta dari berbagai elemen masyarakat datang untuk ikut memperingati hari lahirnya Pancasila dengan tema "Pancasila: Keberagaman dan Toleransi".

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diikuti oleh doa lintas agama oleh perwakilan dari agama Islam, Buddha, Kristen Protestan, Konghucu, dan aliran kepercayaan.

Direktur Keuangan dan Umum PT Pos Indonesia, Eddi Santosa, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pos Indonesia telah ada jauh sebelum proklamasi Republik Indonesia dan tetap teguh menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan memberikan layanan dari Sabang sampai Merauke, dan juga di pelosok negeri, wilayah perbatasan, dan pulau terluar Indonesia. Pos Indonesia tetap kukuh menjaga eksistensinya ditengah gempuran perkembangan teknologi demi menjaga keutuhan NKRI.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menyampaikan pesan agar semua masyarakat bisa merenungkan apa yang terkandung dalam Pancasila. Ia mengatakan bahwa Pancasila itu luar biasa karena mengatur hubungan dengan Tuhan dan juga sesama manusia. Hal ini dibuktikan dengan makna-makna yang terkandung dalam lima sila dalam Pancasila, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan dalam sila kesatu, pengakuan akan keberadaan sebagai manusia dan hak setiap manusia dalam sila kedua, semangat persatuan seluruh rakyat dalam sila ketiga, hubungan antar manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sila keempat, dan juga perlakuan yang sama untuk semua lapisan masyarakat tercantum dalam sila kelima.

"Saya tidak ingin hanya menghafalkan Pancasila, namun saya ingin menjalankan apa yang ada dalam Pancasila", ucap walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini.

Perwakilan dari komunitas Jas Merah, Rieke Dyah Pitaloka, juga memberikan sambutan dalam kesempatan tersebut. Ia mengatakan bahwa Kota Surabaya merupakan contoh baik dari keberagaman dan toleransi di negara Indonesia, sesuai dengan semangat dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sementara itu, Wakil Ketua MPR-RI, Ahmad Basara memberikan orasi kebangsaan yang menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya toleransi dan penghargaan atas keberagaman di Indonesia.

Acara ini juga semakin semarak dengan pameran foto dan dokumen koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia, PT Pos Indonesia, dan juga komunitas Jas Merah. Pameran ini dibuka sampai tanggal 9 Juni 2018 di gedung Kantor Pos Pusat Surabaya yang juga merupakan bekas sekolah Hogereburgerschool (HBS) dan juga sekolah tempat salah satu proklamator Republik Indonesia, Ir Soekarno atau yang akrab dipanggil Bung Karno, pernah menimba ilmu dari tahun 1915 - 1920.

Agenda
2018-05-22 16:24:59 +0700
Roadshow & Bazar Ramadhan 1439 H
2018-05-21 17:28:56 +0700
Jadwal PPDB 2018
2018-05-14 21:57:50 +0700
Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri
2018-05-04 15:25:29 +0700
Pasar Malam Tjap Toendjoengan
2018-05-03 00:33:27 +0700
Festival Pertunjukan Rakyat (Pertura)