Dinkominfo- Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Surabaya berupaya untuk menata dan mengelola pemanfaatan sarana olahraga agar bisa di pergunakan warga Kota Surabaya secara merata. Siang ini, Jumat (18/1) Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) menggelar Press Conference terkait penggunaan fasilitas olahraga di Kota Surabaya.

Bertempat di Kantor Humas Kota Surabaya, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga  Afghani Wardhana menyampaikan semua warga Kota Surabaya memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan fasilitas olah raga di Surabaya, untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah Kota Surabaya melalui Dispora membatasi penggunaan lapangan maksimal dua hari pemakaian dengan pemohon yang sama. "lapangan olahraga tidak boleh dimonopoli oleh pemohon tertentu, jadi semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk mempergunakan fasilitas tersebut" ujar Afghani. 

Menurut Afghani, banyak pemohon yang meminta izin untuk menggunakan Sirkuit Gelora Bung Tomo selama beberapa waktu, padahal banyak warga lainnya juga ingin menggunakan sirkuit tersebut. "Sirkuit tersebut memang sudah berstandart Internasinal, bahkan Gerry Salim (pembalap asal Surabaya) pun juga memakai lapangan tersebut untuk berlatih. Artinya, ketika anak-anak muda itu diberi kesempatan yang sama untuk berlatih, maka akan berpotensi untuk berprestasi juga" tegas Afghani.

Dalam kesempatan tersebut, Afghani juga menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya saat ini telah mengelola 457 lapangan olahraga yang dapat digunakan warga secara maksimal. Khususnya untuk anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang olahraga agar bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk latihan serta untuk pembinaan olahraga sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas olah raga.  

Afghani menjelaskan sesuai dengan peraturan daerah Kota Surabaya, lapangan olah raga di Surabaya dapat dipergunakan secara gratis, namun beberapa lapangan diminta biaya retribusi yaitu Gelora Bung tomo, Gelora Sepuluh November serta Gelanggang Remaja. (mia/kik)