Dinkominfo – Siapa yang tidak mengenal kuliner lontong balap, makanan khas Surabaya ini banyak diminati oleh warga Surabaya juga masyarakat luar kota. Lontong balap pun memiliki sejarah hingga menjadi makanan khas Kota Surabaya.

Sejarah nama lontong balap ini bermula dari wadah serupa gentong yang dipikul oleh penjualnya. Agar tidak ketinggalan pembeli, para penjual ini memikul dagangannya dengan setengah berlari sehingga terlihat seolah saling balapan. Hal tersebut yang akhirnya melekat pada makanan ini dan melahirkan nama lontong balap.

Lontong balap kini menjadi favorit karena cita rasanya. Tak hanya itu, ada satu ciri khas dari lontong balap yaitu lentho. Lentho terbuat dari kacang yang direndam dengan berbagai bumbu selama satu malam yang kemudian ditumbuk, dikepal dan digoreng. Pembeli juga dapat menambahkan kecap dan sambal petis.

Lontong balap dapat dijumpai di berbgai titik di Kota Surabaya, seperti di Jalan Kranggan, di daerah Wonokromo, dan di banyak sentra Kuliner yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya. Harga yang ditawarkan pun cukup murah, yakni pada kisaran Rp. 10.000,- per porsinya. (ynu/kik).