Perkembangan toko modern di Kota besar semakin lama semakin pesat, namun peran toko kelontong tetap berperan penting dalam perputaran roda ekonomi kota. Bertempat di Graha Sawunggaling Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Dinas Perdagangan menggelar pembekalan bagi para pemilik toko kelontong di Surabaya, Rabu (6/1). Sebanyak 530 pelaku usaha toko kelontong hadir mengikuti acara tersebut. Selain mendapat pengarahan dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mereka akan mendapat pelatihan dari narasumber yang sudah disiapkan oleh Dinas Perdagangan Kota Surabaya.  

Wali Kota Risma mengaku sengaja mengumpulkan para pelaku usaha toko kelontong karena banyak di beberapa daerah perkotaan, toko kelontongan ini semakin lama semakin punah. Namun di Surabaya, Wali Kota Risma tidak mau hal itu terjadi. Malah sebaliknya, ia menginginkan toko kelontong bisa terus hidup dan bertahan. 

Menurut Wali Kota Risma, memang tidak mudah untuk menghidupkan dan membuat mereka terus survive. Namun, semua itu bukan tidak mungkin untuk dilakukan bersama-sama. Maka dari itu, Pemkot Surabaya membentuk mereka perkelompok di setiap kecamatan. Terbukti di Kecamatan Sawahan dan Rungkut perkembangannya terlihat bagus. 

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu juga menjelaskan bahwa dengan dibentuk koperasi, maka mereka akan bisa membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk tokonya secara bersama-sama. Apabila membeli bersama-sama dengan jumlah yang banyak, maka dipastikan harganya akan lebih murah, sehingga sangat cocok untuk dijual kembali dan keuntungannya bisa lebih besar.

Melalui cara itu, ia berharap para pelaku usaha toko kelontong ini akan survive. Jika sudah survive, maka bisa dipastikan mereka akan bisa bersaing meskipun banyak toko modern. Apalagi, jumlah penduduk Kota Surabaya terus bertambah yang berpengaruh kepada peningkatan kebutuhan sehari-hari. Bahkan dengan adanya toko kelontong ini dapat membuka kesempatan lowongan kerja baru. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati memastikan bahwa pendampingan kepada para pelaku usaha toko kelontong ini merupakan program Wali Kota Risma yang sudah lama berjalan. Selama ini, mereka sudah didampingi dan diberikan pengarahan oleh Wali Kota Risma supaya terus berkembang dan semangat dalam mengelola tokonya.

Nantinya, mereka akan mendapatkan beberapa pelatihan, seperti pelatihan penataan toko, pengelolaan administrasi stok barang masuk dan keluar, pengelolaan keuangan masuk dan keluar serta pemasaran dan penjualannya. Kedepan juga akan dibentuk beberapa koperasi per kecamatan.

Saat ini ada tujuh kecamatan yang telah memiliki koperasi yakni Sambikerep, Krembangan, Sawahan, Tambaksari, Gubeng, Tenggilis dan Rungkut. Harapannya kedepan 31 kecamatan di Surabaya akan memiliki koperasi. 

Sumber : Humas Kota Surabaya