Walikota Resmikan Kampung Batik Lurink Tie Dye Kedung Rukem


Senin, 20 Januari 2014

Kerja keras dan keseriusan Pemkot Surabaya dalam mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan hasilnya. Salah satunya adalah diresmikannya Kampung Batik Lurink Tie Dye Kedung Rukem II, Tegalsari oleh Walikota Surabaya Minggu kemarin (19/1).

Batik produksi Lurink Tie Dye dibuat dengan cara yang unik. Yakni kain dasar berwarna putih diikat kedua ujungnya dan kemudian diwarnai. Hasil dari pewarnaan tersebut akan membentuk pola indah berbentuk bunga.

Tri Rismaharini, Walikota Surabaya mengatakan, keberadaan industri rumah seperti Kampung Batik terebut harus ditingkatkan. Dengan adanya Kampung Batik tersebut, secara tidak langsung dapat membantu pertumbuhan ekonomi Surabaya sekaligus membentuk masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

Sebanyak 23 orang menjadi anggota Kampung Batik tersebut sejak didirikan dua tahun yang lalu. Dalam seminggu, produksi batik yang dihasilkan dapat mencapai 66 batik.