Jelang AFTA 2015, Pemkot Berikan Kemudahan Perijinan Usaha


Kamis, 13 Maret 2014

Menjelang ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015, Pemkot Surabaya tidak hanya menyiapkan diri dalam hal infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Usaha-usaha yang sudah berkembang di Surabaya diharapkan mampu bertahan terhadap gempuran produk-produk dari luar negeri. Hal tersebut ditekankan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Rabu (12/3) sore, di kediaman Wali Kota, pada acara silaturahmi dengan pengusaha se-Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya telah berupaya dan terus berbenah memberikan pelayanan perijinan yang efektif serta efisien. Oleh karena itu, ia meminta kepada para pengusaha yang hadir untuk tidak takut melaporkan apabila ada penyelewengan yang dilakukan Dinas terkait ketika mengurus perijinan.

Selain itu, kunjungan Duta Besar Belanda dan Perancis juga disinggung Risma. Menurutnya, kunjungan para Duta Besar ini menjadi nilai positif bagi Surabaya. Hal ini juga menjadi tantangan bagi pengusaha di Surabaya untuk mampu bertahan dan bersaing. Serta, tak lupa ia mengingatkan agar para pengusaha menyiapkan hak paten produk mereka.

Lebih lanjut, Risma juga menjelaskan keunggulan Surabaya Single Windows (SSW) yang permudah pemohon untuk mengurus perijinan usaha. Warga cukup klik permohonan dan sudah bisa diproses. Monitoring berkas juga bisa dilakukan oleh Walikota.