Dinkominfo-Kota Surabaya kehilangan putra terbaik. Dialah Mayor Jendral Suharjo Padmodiwirjo yang akrab dipanggil Hario Kecik. Hario merupakan pendiri Polisi Tentara Keamanan Rakyat (PTKR) yang merupakan cikal bakal korps Polisi Militer. Ia disemayamkan di Monumen Tugu Pahlawan, kemudian diserahterimakan dari keluarga ke TNI untuk dilakukan proses pemakaman Rabu (20/8).
Jenazah datang sekitar 8.30wib dibawa dengan mobil jenazah dan disambut oleh keluarga, Eko Haryanto, Asisten Kesejahteraan Rakyat, Yayuk Eko Agustin Wahyuni, Asisten Pemerintahan, Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kogartap III, Veteran, Komunitas Roodebrug Soerabaia dan undangan.
Jenazah berada di dalam peti berselimutkan bendera merah putih diusung ke bawah tenda. Tampak karangan bunga dari Tri Rismaharini, Walikota Surabaya berdiri di bawah tenda persemayaman sebagai tanda duka cita. Peserta duduk di samping kiri dan kanan jenazah terlihat khidmat mendengar sambutan dari keluarga Hario.
Semasa hidup, pangkat terakhir yang Hario miliki adalah Pangdam Mulawarman. Selain sebagai seorang yang terampil di dunia medis, penembak jitu, prajurit tangkas, kemampuan Hario Kecik adalah menulis sebuah script film berjudul Tangan-tangan Kotor yang mendapat penghargaan internasional.
Jenazah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan jalan Mayjen Sungkono dengan serangkaian upacara militer disaksikan oleh pihak militer, keluarga dan undangan. (pri)
Jenazah datang sekitar 8.30wib dibawa dengan mobil jenazah dan disambut oleh keluarga, Eko Haryanto, Asisten Kesejahteraan Rakyat, Yayuk Eko Agustin Wahyuni, Asisten Pemerintahan, Wiwiek Widayati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kogartap III, Veteran, Komunitas Roodebrug Soerabaia dan undangan.Jenazah berada di dalam peti berselimutkan bendera merah putih diusung ke bawah tenda. Tampak karangan bunga dari Tri Rismaharini, Walikota Surabaya berdiri di bawah tenda persemayaman sebagai tanda duka cita. Peserta duduk di samping kiri dan kanan jenazah terlihat khidmat mendengar sambutan dari keluarga Hario.
Semasa hidup, pangkat terakhir yang Hario miliki adalah Pangdam Mulawarman. Selain sebagai seorang yang terampil di dunia medis, penembak jitu, prajurit tangkas, kemampuan Hario Kecik adalah menulis sebuah script film berjudul Tangan-tangan Kotor yang mendapat penghargaan internasional.
Jenazah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan jalan Mayjen Sungkono dengan serangkaian upacara militer disaksikan oleh pihak militer, keluarga dan undangan. (pri)
