Pemkot Surabaya Bantu Korban Gempa Maluku dengan Membangun Sekolah


Kamis, 13 Februari 2020

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengirimkan berbagai bantuan kepada korban gempa bumi di wilayah Maluku dan sekitarnya pada September 2019 silam. Selain sembako dan kebutuhan penting lainnya, ternyata Pemkot Surabaya juga membangunkan gedung sekolah untuk warga Maluku.

Gedung Sekolah Dasar Negeri 2 Liang Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah itu diserahterimakan kepada Komunitas Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) yang ada di Kota Surabaya, Kamis (13/2/2020). Penyerahan yang dilakukan di rumah dinas Wali Kota Surabaya itu juga dihadiri anggota komunitas KPPM.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menjelaskan mewakili masyarakat Surabaya yang berpartisipasi dalam kegiatan Surabaya Peduli, akan menyerahkan bangunan sekolah kepada komunitas tersebut. Selanjutnya, komunitas itu yang akan menyerahkan bangunan sekolah itu kepada pemerintah daerah setempat. “Nanti beberapa dinas juga akan ikut dan nanti juga ada anak-anak Surabaya yang ikut menyerahkan di sana,” kata Wali Kota Risma.

Menurut Wali Kota Risma, hal ini penting dilakukan oleh anak-anak Surabaya untuk mengajarkan dan menjalin silaturrahmi antara anak-anak Surabaya dengan seluruh anak di Indonesia. Wali Kota Risma memastikan bahwa hal serupa pernah dilakukan oleh anak-anak Surabaya ketika menyerahkan bantuan gedung sekolah kepada korban bencana di Lombok. “Saat itu, kurang lebih 30 anak yang saya bawa ke Lombok. Mereka akan menjadi saudara se tanah air ini. Kesinambungan persaudaraan itu yang harus tetap kita jaga dan kita ajarkan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bantuan gedung sekolah itu hasil sumbangan dari warga Kota Surabaya, termasuk anak-anak Surabaya dan orang asli Maluku yang saat ini tinggal di Surabaya. Oleh karena itu, gedung sekolah itu diserahkan kepada KPPM untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerintah setempat.  “Jadi, sumbangan teman-teman beberapa waktu lalu, ini kami buatkan sekolah SD di sana,” ujarnya.

Gedung SDN 2 Liang Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah itu menghabiskan dana senilai Rp 811.318.609. Bangunan tersebut terdiri dari 5 ruangan belajar dan satu ruangan guru sekolah. Secara formalitas, bangunan sekolah itu diserahkan kepada Penasehat KPPM Erick Reginal Tahalele yang mewakili komunitas tersebut. “Rencananya minggu depan akan kami serahkan kepada pemerintahan setempat,” kata Erick Reginal Tahalele seusai menerima gedung sekolah tersebut.

Ia juga menyampaikan banyak terimakasih kepada Pemkot Surabaya, terutama Wali Kota Risma yang telah membantu saudara-saudaranya di Maluku. Apalagi bantuan gedung sekolah yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi anak-anak di sekitar sekolah itu. “Kami memang sempat mengumpulkan dana untuk ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara di Maluku. Makanya kami juga tak menyangka bakal dikembalikan kepada kami dalam bentuk bangunan gedung sekolah yang sudah jadi, sehingga kami sangat berterimakasih,” kata dia.

Menurutnya, pemilihan lokasi sekolah itu berdasarkan survie dari jajaran Pemkot Surabaya. Apalagi, pada saat gempa itu, sekolah itu sangat parah. Lokasinya pun berada di antara gunung dan laut, sehingga getarannya sangat tinggi ketika ada gempa beberapa waktu lalu. “Jadi, nanti komunitas kami dan jajaran pemkot serta anak-anak akan menyerahkan gedung sekolah itu. Tentu ini sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kami di sana,” pungkasnya.