Accessibility Tools

  • Increase Text
  • Decrease Text
  • Grayscale
  • Negative Contrast
  • Links Underline
  • Text to Speech
  • Reset

Berita

Petugas Damkar se-Indonesia Dibekali Pengetahuan Regulasi SNI Lewat Seminar International Fire Safety Codes & Standard

Kamis, 29 February 2024 | 2 bulan yang lalu

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) dan Indonesia Fire & Rescue Foundation) menggelar Seminar International Fire Safety Codes & Standard, di Ballroom Lantai 4 Grand City Convex, Surabaya, Rabu (28/2/2024). Selain itu, turut digelar pula pameran alat pemadam kebakaran dan penyelamatan. 

 

Kegiatan seminar tersebut diberikan guna menjadi bekal pengetahuan bagi para aparatur pemadam kebakaran dan penyelamatan (DPKP) se-Indonesia, yakni kode dan standar teknis keamanan terhadap penanggulangan kebakaran dan percepatan penyelamatan. 

 

Gelaran tersebut merupakan rangkaian kegiatan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-105 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional yang dipusatkan di Kota Surabaya. Nantinya, pelaksanaan upacara peringatannya akan dilaksanakan pada 1 Maret 2024 di Lapangan KODAM V Brawijaya dan dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian.

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani menyampaikan, rangkaian kegiatan HUT ke-105 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional sudah digelar sejak 27 Februari 2024, yakni dengan berlangsungnya National Fire Fighter Skill Competition (NFSC) 2024. Pada 28-29 Februari 2024 digelar seminar dan pameran di Ballroom Lantai 4 Grand City Convex, Surabaya. Sedangkan, di tanggal 1 Maret 2024 akan digelar upacara peringatan HUT ke-105 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional.

 

“Seminar ini diikuti oleh anggota Damkar se-Indonesia, perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta para vendor atau penyedia (produsen) armada dan unit atau peralatan pemadam kebakaran di Indonesia maupun dari internasional,” kata Laksita Rini.

 

Laksita Rini menjelaskan bahwa para peserta seminar tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga kalangan internasional, termasuk para pemateri. Para pemateri memberikan pembekalan keilmuan tentang kode dan standar teknis penanganan kebakaran dan penyelamatan. Dengan demikian para petugas tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik dan mental yang kuat, tetapi juga standar teknis keselamatan diri saat bertugas.

 

“Jadi ada organisasi skala internasional. Karena kita harus melihat perkembangannya, tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik dan mental tetapi juga pengetahuan sebagai bekal standar teknis keselamatan petugas,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) menjelang upacara peringatan HUT ke-105 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional pada 29 Februari 2024 juga akan digelar di Ballroom Lantai 4 Grand City Convex, Surabaya. Kegiatan ini akan diikuti oleh Kepala DPKP, beserta kepada daerah se-Indonesia.

 

“Akan ada materi yang disampaikan dalam bentuk talkshow. Salah satunya dari Pemkot Surabaya terkait inovasi yang kami sebut sebagai Roti Tujuh Lapis (Response Time Tujuh Menit, Pelayanan Pemadaman Gratis) yang Alhamdulillah telah dipercaya oleh pemerintah,” imbuhnya. 

 

Sementara itu, President & CEO Indonesian Fire & Rescue Foundation (IFRF), Peter Placidus S. Petrus menyampaikan, para pemateri dalam gelaran seminar ini adalah orang yang berkompeten dalam bidang kode dan standar keamanan kebakaran tingkat internasional. Sehingga ia berharap, para petugas dapat memperhatikan standar teknis pemadam kebakaran dan penyelamatan demi keselamatan diri saat bertugas.

 

“Standar internasional setiap tiga tahun sekali diperbaharui. Pembaharuan standar itu ditangkap oleh kami sebagai anggota komite teknik dari standar nasional, lalu dibuatlah SNI (Standar Nasional Indonesia). Itu yang dibicarakan dan dibahas pada simposium dan seminar tentang Codes & Standard ini,” kata Peter. 

 

Ia mengaku bahwa terdapat beberapa kesalahpahaman terhadap pelaksanaanya karena tidak sesuai dengan UU Hak Cipta. Karenanya, pihaknya mencoba menyelaraskan kembali standar teknis di tingkat nasional dan internasional.

 

“Mungkin mengcopy dari standar atau bahkan mencetak sendiri, hal itu yang mengganjal hubungan kita dengan internasional. Sehingga, kita buat supaya tidak terjadi lagi, agar standar internasional dan standar nasional dapat digunakan. Jadi ada harmonisasi,” ungkapnya.

 

Di samping itu, IFRF juga bersinergi dengan para produsen merek luar negeri untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pameran alat pemadam kebakaran dan penyelamatan.

 

“Banyak produsen peralatan pemadam kebakaran yang akhirnya ikut serta dalam pameran ini. Mulai dari tingkat nasional hingga internasional, tetapi memang didominasi oleh produsen internasional,” pungkasnya (*).

Berita Lainnya